akibat melalaikan janji


 AKIBAT DARI MELALAIKAN JANJI

Ini merupakan sebuah kisah nyata dari seorang wanita yang melalaikan janjinya kepada tuhan. Kisah ini terjadi sekitar tahun 2003. Kita sebut saja nama wanita ini siti.
Kisah ini bermula ketika Siti(nama samaran), masih pengangguran alias belum memiliki pekerjaan. Ketika itu Siti frustasi karena ia sudah melamar pekerjaan kesana kemari tetapi tetap saja lamaran yang ia ajukan ke perusahaan-perusahaan selalu ditolak. Meskipun hasil nilai kelulusannya bisa dibilang tidak mengecewakan alias bagus. Ia ingin sekali mendapatkan pekerjaan, hingga ia bisa membantu orang tuanya,menyekolahkan adiknya,dan juga mencukupi kebutuhannya. Maklum, kehidupannya bukanlah kehidupan golongan orang berada. Segala sesuatunya harus bersusah payah dahulu untuk mendapatkannya.
Suatu saat ketika ia sedang salat tahajud di malam hari, ia bernazar bahwa apabila ia mendapatkan pekerjaan dan gaji pertamanya akan ia belikan seekor kambing untuk aqiqah dirinya. Karena ketika ia masih kecil ia belum pernah di aqiqah, karena faktor ekonomi keluarga.



Pada suatu ketika doanya di ijabah oleh allah. Lamaran yang ia ajukan ke perusahaan diterima. Dia lulus test di sebuah pabrik di kota Semarang.  Dia senang sekali akhirnya impiannya untuk mendapatkan pekerjaan terwujud. Gaji pertama yang ia terima sangat lumayan besar, namun ia belum memenuhi nazar yang pernah ia buat. Uangnya cukup untuk makan sehari-hari dan biaya hidupnya di Semarang.  Bulan berikutnya ia belum juga memenuhin nazarnya, hingga bulan-bulan selanjutnya. Meskipun dirinya telah mampu, namun dia belum juga memenuhi nazarnya.
Suatu waktu, ketika ia habis berbelanja di mall. Ada seseorang yang meminta pertolongan padanya. Orang itu bilang, kalau dirinya baru saja kecopetan. Karena tak ada uang sepeserpun untuk pulang ke rumahnya di Yogyakarta. Dia meminta kepada Siti untuk bersedia meminjamkan uang Siti kepadanya. Orang itu berjanji ketika ia sudah sampai di Yogyakarta ia akan segera mengembalikan uang Siti. Tadinya Siti ragu, namun ia kasihan kepada orang itu. Akhirnya ia berikan uangnya yang tersisa 300.000 kepada orang itu. Dan dua buah cincinnya. Meskipun ia telah memberikannya, tapi ia masih ragu apakah orang tersebut benar-benar teraniaya? Hanya allah yang tahu.
Siti menunggu selama berhari-hari, hingga berganti bulan. Namun uang dan cincinnya tidak dikembalikan juga. Lama-lama ia terpikir, mungkin semua ini terjadi karena dia sering menunda-nunda nazarnya. Meskipun dirinya telah mampu menunaikannya. Makanya allah SWT. Memberinya peringatan, Karena sering menunda nazarnya. Dan dia pun berpikir dan menyadari kesalahannya.
“ya allah... ampuni aku. Aku telah mengingkari janjiku padamu, dan terima kasih engkau masih menjagaku, mengingatkan agar aku tidak takabur pada keberhasilanku.” Ucap Siti.
Jadi kesimpulan dari cerita ini yaitu, ketika kita membuat sebuah janji hendaklah kita segera untuk menunaikannya. Janganlah kita menunda-nunda janji yang kita buat. Apalagi janji kita kepada tuhan, jika kita mengingkarinya. Kita akan dosa besar.

THE END

This entry was posted in

Leave a Reply

    Catatan :

    Blogger news